Sunday, 15 January 2023

UJIAN AKHIR SEMESTER TAHUN AKADEMIK 2022/2023 FAKULTAS SASTRA DAN ILMU BUDAYA UNIVERSITAS PAKUAN

 

NAMA : Pasza Agatha Puspandari

NPM : 044122122

 MATA KULIAH : LITERASI DIGITAL

 SEMESTER : 1

 KELAS : D

SIFAT UJIAN : Take Home Exam







1)  Jelaskan kelebihan dan kekurangan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Penjelasan dapat menyertakan studi kasus yang anda temukan dari hasil penelurusan di internet.

 Kelebihan Artificial Intelligence

1. Bersifat Abadi atau Permanen
Artificial intelligence adalah sebuah kecerdasan buatan yang bersifat abadi atau permanen. Disebut permanen karena AI dapat digunakan berulang kali, di mana saja, dan kapan saja. Sistem ini juga selalu dikaitkan dengan penggunaan tenaga manusia.

Contoh dari penggunaan AI adalah tenaga manusia tidak sepenuhnya dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan. Sehingga sebuah perusahaan tidak lagi membutuhkan banyak karyawan. Karyawan bisa saja tergantikan, sedangkan AI tidak bisa.

2. Memberikan Banyak Kemudahan
Pembuatan AI memang dikhususkan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Data yang diterima sebelumnya akan disimpan dan bisa diakses kembali di kemudian hari. Selain itu, sistem AI juga bisa bekerja lebih cepat dibandingkan tenaga manusia.

3. Konsisten dan Teliti
Artificial intelligence juga memiliki sifat konsisten dan teliti. Semua data dan pengetahuan yang masuk tidak akan berkurang serta peluang AI melakukan kesalahan adalah sangat kecil. Misalnya saja ketika kamu menghitung kalkulator di komputer atau mengerjakan perhitungan melalui excel, jarang sekali ditemukan kesalahan. Hal inilah mengapa AI sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan manusia.

4. Bisa Disimpan
Ai mempunyai kelebihan yaitu dapat mengolah big data, sehingga data sebesar dan sebanyak apapun yang diterima tidak akan menjadi masalah. Semua data yang masuk pastinya bisa disimpan dan digunakan kembali di kemudian hari oleh generasi selanjutnya.

Kelemahan Artificial Intelligence


Selain memiliki kelebihan, ternyata kecerdasan buatan ini juga memiliki kekurangan. Antara lain:

1. Cost yang Tinggi
Untuk membuat teknologi yang menggunakan sistem AI ini diperlukan cost atau biaya yang tinggi. Karena adanya kompleksitas mesin yang mendukung AI, sangat masuk akal jika mesin yang digerakkan oleh sistem AI bisa terbilang cukup mahal dan spesifik. Selain itu dibutuhkan banyak sumber daya serta waktu pembuatan yang cukup lama. Karena proses yang teliti ini membuat AI menjadi mahal.

2. Memperkecil Lapangan Pekerjaan
Karena semua pekerjaan bisa dilakukan dengan adanya artificial intelligence membuat lapangan pekerjaan bagi manusia menjadi sempit. Dengan memiliki teknologi AI, sebuah perusahaan rela membayar harga yang mahal dari pada menggaji karyawan setiap bulannya. Maka dari itu, sistem AI juga dapat menciptakan pengangguran.

3. Tidak Memiliki Kreativitas
AI hanya akan melakukan tugas-tugas yang sebelumnya sudah diatur dan direncanakan oleh manusia. Sehingga jika pada suatu hari menginginkan perubahan baru atau inovasi, mesin ini harus diatur kembali. Karena mesin AI tidak memiliki perasaan dan juga kreativitas.

4. Tidak Tahu Etika
Apapun pekerjaannya pastinya akan membutuhkan tenaga dan pikiran manusia walau hanya sedikit. Artificial intelligence memang dapat membantu organisasi atau perusahaan dengan mengefektifkan waktu kerja yang dibutuhkan. Tetapi pekerjaan yang masih ada hubungannya dengan manusia tentunya harus memiliki etika agar pekerjaan dan hubungan antar manusia bisa berjalan dengan baik.


 

2) Sebagai mahasiwa ilmu komunikasi, aplikasi kecerdasan buatan seperti apa yang anda harapkan untuk mempermudah pekerjaan nantinya ?





1. JADBio – AutoML

 aplikasi kecerdasan buatan yang pertama adalah JADBio yang dikembangkan oleh JADBio & Gnosis Data Analysis. JADBio adalah media Machine Learning yang memudahkan para pengguna yang masih awam dan tidak paham mengenai coding yang dilengkapi dengan extraction tools. Platform ini akan sangat berguna bagi Anda yang ingin mendalami machine learning, atau predictive-model. bisa membuat akun gratis yang berlaku seumur hidup dengan menautkan ke akun media sosial Anda seperti Facebook, Gmail, atau Twitter.

 

2. Copy.ai – Copywriter

 aplikasi kecerdasan buatan yang bisa Anda coba adalah Copy.ai. Aplikasi ini akan membantu Anda untuk menulis berbagai materi seperti iklan, media sosial, website, surat, dan berbagai jenis lainnya. Fitur AI yang ada di aplikasi ini mempermudah Anda terhindar dari writer-block sehingga akan meningkatkan produktivitas pekerjaan. 

 

3. GFP-GAN – Photo Restoration

GFP-GAN adalah daftar aplikasi kecerdasan buatan yang ketiga dan memiliki fungsi untuk mengembalikan foto-foto lama Anda agar memiliki kualitas yang lebih baik. Anda bisa mengunggah foto yang sudah lama ataupun rusak dan secara otomatis akan diperbaiki oleh AI yang ada dengan sedetail mungkin.

 

 

 

 

 

3) Tantangan apa yang dihadapi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan cyber security.

 

Ancaman Cybersecurity

 


Ancaman kebocoran data dalam konteks keamanan dunia maya (cybersecurity) di Indonesia kembali menjadi sorotan khusus. Sejumlah kalangan seperti akademisi dan pengamat mendorong pemerintah untuk memprioritaskan regulasi proteksi data untuk menangkal ancaman cyber.

Indonesia saat ini menjadi negara ketiga paling ditarget dalam ancaman cyber security setelah Amerika Serikat dan India, menurut laporan Check Point, Software Technologies Inc.

Sedangkan dari sektornya, industri finansial atau keuangan menjadi sektor yang paling rentan terhadap ancaman cybersecurity. Lebih lanjut lagi, dugaan akan bocornya belasan juta data konsumen di sejumlah eCommerce masih menjadi berita yang hangat di Indonesia.

 

 Riset “Disruptive Decision Making” yang dilakukan oleh Telstra, perusahaan induk Telkomtelstra, memaparkan bahwa prioritas utama pemimpin bisnis global saat ini termasuk di antaranya melindungi aset digital dari ancaman dunia maya dan mengoptimalkan investasi untuk mengefisienkan waktu serta manajemen sumber daya sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan.

Investasi yang diperlukan untuk keamanan cyber perusahaan tentunya dapat menyebabkan dilema biaya untuk menghindari pengeluaran yang sangat besar dalam melindungi sistem dari ancaman cyber, terutama dari pelanggaran kebocoran data.

Chief of Product & Sevice Officer Telkomtelstra Agus F Abdillah menilai tantangan utama bagi korporasi di Indonesia dalam mengelola keamanan cyber terletak pada kemampuan untuk mendeteksi dan merespons secara efektif terhadap pelanggaran kebocoran data pada waktu yang tepat. Sekaligus di sisi lain, menghindari pengeluaran yang tidak terencana dalam implementasi cyber security.

“Alokasi investasi untuk cyber security, terutama untuk mengatasi kebocoran data, sebaiknya dimulai dengan penilaian security intelligence yang holistik dan komprehensif. Setelah semua ancaman dan kerentanan didaftar dan diprioritaskan, perusahaan dapat melanjutkan dengan pilihan investasi yang dikelola dengan benar untuk teknologi dan alat keamanan,” ujar Agus.

Menurutnya, security intelligence dalam kaitannya dengan keamanan cyber bukanlah hal baru di industri global. Penerapannya sendiri berfokus pada wawasan berbasis bukti, termasuk mekanisme, indikator, implikasi, dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti tentang ancaman atau bahaya yang ada atau dapat muncul terhadap aset perusahaan,” paparnya.

Meskipun demikian, intelijen cyber ini terdiri dari jutaan indikator yang perlu difilter dan diprioritaskan. Oleh karena itu selain teknologi, intelijen keamanan cyber terbaik juga membutuhkan elemen talenta manusia yang expert dalam masalah keamanan yang saat ini sulit ditemukan di Indonesia.

Tantangan kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang ahli di bidang cyber security sudah dibahas dalam riset bertajuk “Connecting Commerce” yang dilakukan Telstra dengan The Economist Intelligence Unit. Studi itu mengungkapkan bahwa kekurangan 'orang dan keterampilan' adalah tantangan digital terberat di Indonesia.

Dalam riset yang dilakukan tahun lalu itu ditemukan bahwa keterbatasan talenta SDM dan keterampilan menjadi tantangan terberat dengan porsi 36%, melampaui pendanaan investasi yang terbatas (31%), rendahnya akses ke ekosistem teknologi yang tangguh (20%), kebijakan atau peraturan pemerintah (17%), serta persoalan keamanan cyber (15%).

Menjawab tantangan security intelligence, Telkomtelstra menghadirkan keamanan cyber dengan empat keunggulan.

Pertama, security capabilities, dengan mengandalkan jangkauan luas layanan intelijen keamanan SOC, memperluas dan meningkatkan kemampuan manajemen ancaman yang tersedia dari alat firewall generasi terbaru. Kedua, solusi sepenuhnya terkelola. Solusi yang dikemas secara komprehensif dan dikelola sepenuhnya dengan fitur, kemampuan, layanan, dan dukungan yang jelas.

 Ketiga, dukungan security expert, dikelola oleh tim ahli keamanan yang terpercaya dan terbaik di Indonesia. Dan keempat, infrastruktur keamanan yang terintegrasi, memanfaatkan investasi besar dalam teknologi keamanan, termasuk platform Telkomtelstra untuk peringatan dan pengelolaan insiden keamanan otomatis yang cepat.

 

 

 

 

 

 

 DAFTAR PUSTAKA

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-sulseltrabar/baca-artikel/14190/Tantangan-Cyber-Security-di-Era-Revolusi-Industri-40.html

https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/Komteks/article/view/1060

https://www.harianhaluan.com/lifestyle/pr-101302142/kelebihan-dan-kelemahan-dari-artificial-intelligence?page=2

https://www.gokampus.com/blog/5-contoh-kecerdasan-buatan-yang-membantu-keseharian-kita

https://tekno.tempo.co/read/1151536/mengenal-robojurnalism-perpaduan-media-dengan-teknologi-ai

 https://badr.co.id/daftar-aplikasi-kecerdasan-buatan/

No comments:

Post a Comment

UJIAN AKHIR SEMESTER TAHUN AKADEMIK 2022/2023 FAKULTAS SASTRA DAN ILMU BUDAYA UNIVERSITAS PAKUAN

  NAMA : Pasza Agatha Puspandari NPM : 044122122   MATA KULIAH : LITERASI DIGITAL   SEMESTER : 1   KELAS : D SIFAT UJIAN : Take Ho...